Thailand Trip – day one

Pada tulisan saya kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman kami selama beberapa hari berwisata ke negara Thailand.

Pada tanggal 12 Mei 2015 kami mengadakan perjalanan ke Thailand, berangkat dari bandara internasional Juanda dengan pesawat Royal Brunei yang dijadwalkan akan singgah di Brunei sebelum meneruskan perjalanan ke Suvarnabhumi Bangkok. Kami berangkat bertiga, saya, istri dan adik ipar saya. Sebelum berangkat, kami menikmati sarapan pagi di Burger King Terminal 2 bandara Juanda. Pesawat berangkat tanpa delay dan perjalanan terasa sangat menyenangkan, berangkat di pagi hari sekitar jam 7:30 pagi dan tiba di Brunei sekitar jam 10:00 pagi.

Sesampainya di Brunei kami tiba di ruang tunggu dan menunggu sekitar selama 1 jam. Saat itu kondisi bandara di Brunei memang sepi dikarenakan bandara tersebut memang dalam kondisi sedang direnovasi. Tidak banyak counter-counter penjual makanan dan minuman selain stand coffee shop dan parfum. Ruang tunggu di bandara cukup bersih, udaranya sejuk, lingkungannya asri, sejak sebelum mendarat kami bisa melihat pemandangan hutan-hutan yang hijau dan lalu lintas yang jauh dari kemacetan dari ketinggian, kami bisa melihat jalan-jalan yang lebar dan dilewati hanya oleh beberapa mobil, sehingga kami bisa membayangkan betapa nyaman nya tinggal di lingkungan yang sangat jauh dari kemacetan/keramaian. Sangat jauh berbeda dengan pengalaman kami yang berdomisili di Surabaya.

Setelah 1 jam transit di Brunei kami meneruskan perjalanan ke Bangkok dengan maskapai yang sama. Kami menikmati 2,5 jam perjalanan ke Bangkok dan sempat makan siang di pesawat, menunya cukup nikmat dan sesuai dengan selera Asia. Kursi pesawat juga nyaman dan saya sempat tertidur di pesawat.

Setiba di Suvarnabhumi Bangkok, kami segera turun dari pesawat dan berjalan menuju imigrasi. Saya merasa bahwa bandara Suvarbabhumi jauh lebih besar daripada bandara Juanda, sejak turun dari pesawat kami harus berjalan lebih dari 1 km menuju ke bagian imigrasi baik berjalan kaki maupun melalui travelator.


Meskipun antreannya cukup panjang, tapi proses imigrasi berlangsung dengan lancar, bahkan disediakan antrian khusus untuk negara-negara South East Asia. Setelah kami melewati imigrasi, dan mengambil bagasi, kami dijemput oleh tour guide. Tour guide kami adalah orang Thailand asli tetapi cukup fasih berbahasa Indonesia sehingga memudahkan kami untuk memahami ucapannya. Kami sempat membeli SIM Card di bandara dan ternyata tour guide kami menjual paket data yang bisa kita gunakan selama seminggu dengan harga yang cukup murah. Dari bandara, kami diantar menuju hotel untuk beristirahat dan menikmati fasilitas hotel. Hotel kami berada di daerah Ramkamhaeng Road yang merupakan salah satu tempat yang bisa dijangkau dengan fasilitas MRT. Hari itu kami mempunyai waktu luang hingga malam hari dan tidak ada acara yang diagendakan oleh tour guide kami.

Daripada kami berdiam didalam hotel seharian, kami memutuskan mengunjungi pusat kota Bangkok. Karena kami tidak menguasai arah di dalam kota Bangkok, kami memutuskan untuk memanggil taxi untuk mengantarkan kami ke pusat kota (fyi, tarif taxi yg kami naiki berkisar 500 baht). Kami memulai perjalanan dan memutuskan mengunjungi beberapa tempat, diantaranya kompleks Mall Paragon, Bangkok Sea Life, dan Madame Tussauds Museum. Untuk tiket madame tussauds dan bangkok sea life kami beli secara online, satu hari sebelum keberangkatan untuk mendapatkan harga paket yang lebih murah.


Setelah lewat senja sekitar jam 18:00 kami keluar dari komplek mall dan berusaha mencari taxi, problem komunikasi terjadi, tidak banyak warga Thailand yang mampu berbahasa Inggris sehingga bahasa tubuh lebih banyak berperan. Meskipun tersedia MRT menuju Ramkamhaeng Rd. Tempat hotel kami berada, namun kami belum mengetahui rute nya, jadi kami memutuskan kembali ke hotel dengan menggunakan taxi. Agak sulit menemukan taxi yang mau mengantar kami kembali ke hotel karena hotel kami tidak berada di pusat kota. 1 jam berlalu akhirnya kami menemukan taxi yang mau mengantarkan kami kembali ke hotel karena kebetulan supir taxi yang mengantar kami juga sedang dalam perjalanan pulang dan rumahnya dekat dengan hotel tempat kami menginap.

Sesampainya di hotel, kami makan malam di KFC yang ada di dekat hotel. FYI menu KFC disana jauh berbeda dengan Indonesia, jadi jangan berharap anda akan menemukan cita rasa Indonesia di KFC Thailand, lebih banyak aroma dan rasa manis asam pedas pada masakan-masakan khas Thai, demikian pula dengan menu di KFC disana.

Setelah makan malam kami kembali ke hotel dan beristirahat karena esok pagi kami akan dijemput pagi-pagi dan menuju ke Pattaya. Demikian catatan perjalanan kami selama di Bangkok pada hari pertama.